Arsip untuk Oktober 15th, 2009

15
Okt
09

KAMUS PANJAT TEBING

KAMUS KECIL PANJAT TEBING

Karabiner : Cincin kait
Screw gate : Cincin kait berulir / kunci
Snap gate : Cincin kait tak berulir
Descendeur : Alat untuk turun tebing berbentuk ANGKA 8

Ascendeur/Jumar : Alat naik meniti tali
Friends : Pengaman sisip pegas
Hexentric (hexa, 6) kini
ada yang lebih simetris : Alat pengaman sisip bersudut 6
Stoppers : Alat pengaman sisip
Natural ancor : Pengaman alam
Knot : Simpul
Hitch : Jerat
Sling : Pita nilon berlingkar besar
Herollop : Pita nilon lingkar kecil
Kernmantel : Tali dengan kontruksi beberapa jalur
lurus dengan dibungkus (bernmantel)
Stitch plate : Bilah jepit ubtuk pemanjatan
King pin : Pasak tebing berbentuk pasak
Piton angle : Pasak tebing berbentuk lipat
Stirup/ etrier : Tali / pita tangga
Flexibel soles : Sepatu penjat dengan sol lentur
Hearness : Sepatu panjat dengan sol keras
Seat hearness : Sabuk pengaman
Full body hearness : Sabuk pengaman yang mengikat di
pinggang, paha, dada dan pundak
Leader : Orang pertama / pembuka jalur
dalam pemanjatan
Belayer : Penambat
Hanging belay : Penambatan gantung
Overhang : Lintasan gantung
Roof : Lintasan atap
Chalk bag : Kantong kapur yang berisi
magnesium carbonat
Crack line : Jalur celah
Chimney : Celah lebar ( seperti cerobong)
Hold : Pegangan
Hand hold : Pegangan besar-
Finger hold : Pegangan jari
Hand jamming : Menjepitkan tangan dari siku sampai dengan jari
Foot jamming : Menjepitkan kaki
Travesing : Lintasan pemanjatan menyamping
Bouldering : Latihan memanjat dengan ketinggian
tidak melebihi 5 meter
Three point contrak : Teknik memanjat dengan bertumpu
pada tiga titik gerakan
Pendulum
: Gerakan membandul
Cleaning up : Penyapuan pengaman yang
terpasang pada lintasan
Rappelling : Turun tebing mealui tali
Brake bar : Rem palang untuk turun tebing
Multi rappel : Turun tebing melalui beberapa tali
Big wall climbing : Pemanjatan tebing besar

UIAA : Union Internasional des Asscocitions
d’Alpinism ( badan internasional yang
mengurus panjat tebing)
Double fisherman knot : Simpul nelayan ganda
Bowline : Simpul kambing
Double figure eight knot
: Simpul delapan ganda
Italian hitch : Jerat penambat
Clove hitch : Jerat tambat
Prusik : Jerat geser
Tape knot : Simpul sambung pita
Artificial climbing : Pemanjatan dengan menggunakan
pengaman untuk menambah
ketinggian
Free climbing
: Pemanjatan yang menggunakan
pengaman sebagai pengaman saja
Solo climbing : Pemanjatan tanpa pengaman /
sendiri
Clean climbing : Pemanjatan yang menggunakan
pengaman yang tidak merusak tebing
Alpine style : Pemanjatan tanpa tehubung dengan
base camp

Siegea / Himalayan taktik
: Pemanjatan yang selalu terhubung
dengan base camp/dasar
Pitch : Pemanjatan sepanjang satu tali/satu
etape
Crux : Bagian kesulitan pada satu jalur
On Sight : Pemanjatan satu kali berhasil pada
satu jalur
Grade : Tingkat kesulitan dalam suatu
pemanjatan

DISARIKAN DARI CATATAN TEAM SKYGERS KETIKA PRESENTASI DI WONOGIRI

Kamus Panjat Tebing
sejarah panjat tebing di tanah air




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.