14
Nov
09

AIR DALAM SURVIVAL

Air
Air merupakan prioritas dalam survival. Jika kita kekurangan air bisa mengalami dehidrasi (tubuh kekurangan cairan). kita bisa bertahan hidup sampai 20 hr tanpa makan,tetapi ketahanan manusia tanpa air hanya maksimal sampai 5 hari

Pencarian Air
1. Pada tanah berbatu - Cari mata air pada daerah karst - Dari saluran air pada dinding lembah yang memotong lapisan berpori. - Pada daerah granit cari pinggir bukit berumput paling hijau.
2. Pada tanah gembur - Cari pada daerah lembah atau lereng. - Kadang terdapat genangan kecil, air harus disterilkan.
3. Di pegunungan - Digali bekas aliran sungai pada kelokan sebelah luar. - Pada hutan lumut, ambil lumut lalu peras.
4. Dari tumbuh-tumbuhan.
Tumbuhan beruas-ruas : rotan dan keluarganya
Tumbuhan merambat : lumut and keluarganya
Tumbuhan khusus : kantong semar
5. Menampung embun.
6. Tidak berwarna,berbau dan berasa misal : air mata air, danau, hujan, sungai
7. Jejak binatang menyusui dapat menunjukkan lokasi mata air.

Penjernihan Air

Supaya air menjadi “palatable water” tahap-tahapnya :

1. Sedimentasi

yaitu air didiamkan sampai kotoran mengendap sendiri atau dicampur AlOH.

2. Koagulasi

yaitu pengendapan melalui zat kimia. Untuk bahan alkali sama dengan FCl2, NH4. non alkali sama dengan Na2SO4.

3. Filtrasi

yaitu untuk menjernihkan air dengan pasir atau saringan diatomis.

4. Sterilisasi

yaitu untuk membunuh organisme penyebab penyakit, cara :

- Delapan tetes yodium tinetur 2,5%/liter air selama 10 menit

- KMnO4 (kalium permanganate)

- Tablet halozone (untuk penjernih air)

- Dicampur serbuk biji kelor 200mg/liter lalu diendapkan selama ½ jam.

5. Untuk penghilang bau, warna, racun, adalh dengan karbon aktif seperti : norit, aqua nuchar, hidro darco

Sumber Air

1. Air yang tidak perlu dimurnikan/palatable water

- Air bron/mata air

- Air sumur, waduk, sungai, telaga, air hujan, mata air

- Air dari tanaman : * kelapa, kaktus dipotong diperas

* liana/rotan dengan memotong dekat tanah ditampung

* palmae diambil niranya

* ruas bambu, bonggol pisang, lumut

- Air tampungan dari embun

2. Air yang dimurnikan

- Air berlumpur

- Air yang tidak memenuhi syarat fisik.

SUMBER : sebagian diambil dari www. QISHOH.com

NICH..artikel lain yang berhubungan dengan survival :
makanan dalam survival
air dalam survival
bivak survival
membuat bivak,salah satu teknik survival

07
Des
11

OPERASI SAR MERAPI

LAPORAN OPERASI SAR MERAPI 2010

DELES, KEMALANG, KLATEN

PENDAHULUAN
Setelah ditetapkannya status merapi pada level tertinggi,yaitu AWAS pada 24 oktober 2010 maka segala potensi SAR besiap siaga untuk melakukan operasi tanggap darurat di daerah-daerah yang berpotensi mendapat ancaman akibat letusan merapi, kemudian berdasar informasi dari BPPTK bahwasanya untuk letusan tahun ini akan sangat berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya yaitu dari tipe letusan intrusif ( muntahan lava pijar dan awan panas ) berubah menjadi tipe Eksplosif ( letusan hebat vertikal keatas dengan awan panas dan debu vulkanik menyebar kesegala arah), maka siaga SAR ini akhirnya ditetapkan
Akhirnya apa yang dikhawatirkan terjadi, pada Selasa 26 oktober 2010 terjadi letusan untuk pertama kalinya,sehingga tim SAR wonogiri langsung mengadakan operasi SAR ke daerah Selo, Boyolali,setelah tim SAR wonogiri ditarik dari Selo kemudian terjadi letusan lagi,sehingga tim SAR wonogiri harus naik lagi ke lokasi bencana,kali ini naik ke kecamatan Kemalang Klaten
WAKTU DAN TEMPAT
Waktu : Sabtu, 30 okt 2010 – Sabtu, 6 Nov 2010
Tempat : Kec. Kemalang, Klaten
Wilayah : Desa Sidorejo,Tegalmulyo, Balerante,Kendalsari
Base Camp : Rumdin pak camat kemalang (keputran,kemalang,Klaten )
Jalur koordinasi : SAR wonogiri-Kopassus Grup 2 Kandang Menjangan – RAPI Klaten

ANGGOTA TEAM
DAN SRU : Andy ‘Warock’ Setiawan
Anggota : 1. Artista Tito (sopir )
2. Hartadi ‘Abenk’ Budi Susilo (humas+komunikasi)
3. Agus Prihantoro (navigator)
4. Iwan Setiawan (evakuator)
5. M.Dahyar ‘Pondra ’Adiguna (evakuator)

OPERASI SAR
1.Minggu, 31 Oktober 2010 Pkl. 15.00 WIB
Evakuasi warga Sidorejo
Sopir : Bambang
Navigator : Toro
Tim : Standby di posko SAR Klaten

2.Senin, 1 November 2010 Pkl. 10.17 WIB
Evakuasi warga Sidorejo dan Tegalmulyo
Sopir : Tito
Navigator : Iwan
Tim : Standby di lapangan Sidorejo bersama Metro Tv dan SAR Klaten
Bankom : Abenk

3.Senin, 1 November 2010 Pkl. 19.00-21.00 WIB
Patroli dan Sweeping posko-posko relawan liar yang berada pada danger area < 10 km dari puncak Merapi bersama Kopassus Group 2
Personil : Andy dan Abenk
Tim : Standby di lapangan Keputran
Hasil : Selasa siang jalur steril dan turun ke Dompol

4.Selasa, 2 November 2010 Pkl. 19.00-23.00 WIB
Patroli bersama Kopassus Group 2 sampai parkiran Deles Indah diikuti wartawan MetroTv, Melihat langsung guguran lava pijar dari dekat
Personil : Iwan dan Toro
Tim : Standby Lapangan Keputran
Bankom : Abenk

5.Rabu, 3 November 2010 Pkl. 16.11 – 18.03 WIB
Evakuasi warga Sidorejo, tegalmulyo, kendalsari yang berada dalam keadaan panik luarbiasa karena untuk pertama kalinya debu vulkanik masuk ke desa mereka sampai radius 10 km dari puncak dan ancaman awan panas mulai mengarah ke desa mereka dalam arah yang tidak diduga sebelumnya
Sopir : Tito
Navigator : Andy
Anggota : Toro dan Iwan
Bantuan : Bandenk
Bankom : Abenk


Penyisiran ulang bersama Kopassus Group 2 sampai lapangan Sidorejo dan Portal
Personil : Andy
Penyisiran dan Evakuasi warga Butuh,Sidorejo
Personil : Tito
Tim : Evakuasi di wilayah Blorong
Bankom : Abenk
Hasil : Semua penduduk clear kebawah
Sebagian besar pengungsi di posko Dompol (+- 5000 org ) turun ke lapangan Keputran sehingga camp pengungsian keputran over kapasitas
Pagi harinya jika pada hari biasa pkl. 05.00 warga kem bali kerumah kali ini mereka tidak berani pulang kerumah masing – masing

6.Kamis, 4 November 2010 pkl. 23.30 – Jumat, 5 November 2010 pkl. 02.30
Evakuasi besar-besaran, akibat letusan hebat gunung Merapi yang getaran dan gemuruhnya guguran lava pijar sampai terdengar sampai jarak 60 km dan luncuran awan panas sampai 13km masuk daerah perkampungan

Team I : Andy, Abenk, iwan, Bandenk (bantuan)
Penyisiran warga dari titik paling atas desa Sidorejo bersama KOPASSUS Group 2
Route : Kaliwuluh – Portal – kec. Karangnongko
Mengawal Eksodus camp pengungsian Dompol menuju SMA N 1 Karangnongko

Team II : Toro, Tito standby di lapangan Keputran kemudian mengirim logistik ke Karangnongko

7.Jumat, 5 November 2010, Pkl. 05.00 – 13.30 WIB
Evakuasi warga dari luncuran awan panas

Team I : Abenk, Iwan, Tito, Bandenk (bantuan )
Evakuasi 1000 warga Balerante di camp Bawukan menuju PEMDA Klaten
Team II : Andy, Toro bersama KOPASSUS Group 2 melakukan penyisiran ke Deles, Sidorejo kemudian evakuasi warga Dolokan,Kendalsari Ke GOR Gelarsena, Klaten

KETERANGAN :
1. Bambang Wahyudi, mengantarkan team hari Sabtu, 30 Oktober 2010 kemudian pulang bersama Tim bantuan Merapi SMU N 1 Wonogiri Minggu, 31 Oktober 2010
2. Pondra pada hari Selasa sore, 2 November 2010 turun ke Wonogiri karena urusan kantor
3. Bandenk mulai hari Rabu, 3 November 2010 karena tim Ubaloka yang ada di camp Kepurun dan Bawukan ditarik maka diperbantukan di Keputran

EVALUASI PELAKSANAAN OPERASI SAR

1.Pemerintah seharusnya selain menyediakan camp pengungsian warga juga menyediakan camp pengungsian khusus hewan ternak yang terjamin pasokan pakannya dan ini harus benar-benar disosialisasikan kepada seluruh warga yang masuk rawan bencana, sehingga kasus warga yang kembali ke tempat tinggalnya karena alasan memberi makan ternak tidak terjadi ,karena hal inilah yang menyebabkan banyak jatuh korban dikalangan warga

2.Pentingnya sinergi dan kerjasama antara elemen-elemen relawan yang ada pada kasus bencana besar seperti ini. SAR Wonogiri mempelopori terjadinya sinergi ini sehingga terjadi kerjasama yang baik antara SAR Wonogiri – SAR kLATEN-KOPASSUS Group 2 Kandang Menjangan – RAPI Klaten – Camat Kec. Kemalang Klaten, sehingga proses evakuasi warga lancar dan misspersepsi dengan masyarakat tidak terjadi. Trimakasih buat pak Abenk untuk usaha dan kerjakerasnya.

3.Untuk anggota tim setiap melakukan pergerakan dan berhubungan dengan pihak lain harap berkoordinasi dengan tim sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan

LAPORAN KEUANGAN ( terlampir )

PENUTUP
Demikian laporan ini dibuat guna kepentingan perbaikan dan evaluasi operasi SAR Wonogiri ke depannya, kami sebagai SRU yang ada di lapangan menyadari banyak kekurangan dan kelemahan tapi jadikan kekurangan dan kelemahan tersebut sebagai cambuk untuk menjadi lebih baik dan lebih baik.

Wonogiri, 12 November 2010
Komandan SRU

ANDY SETIAWAN
LAPORAN KEUANGAN
PEMASUKAN I Rp. 150.000
PENGELUARAN
30-10-2010 : Bensin Rp. 50.000
01-11-2010 : Bensin Rp. 50.000
04-11-2010 : Bensin Rp. 50.000
Total Rp. 150.000
SALDO Rp. 0

PEMASUKAN II Rp. 150.000
PENGELUARAN
06-11-2010 : Bensin Rp. 50.000
Rokok I Rp. 26.500
Rokok II Rp. 27.000
Aqua Rp. 5.000
Rokok III Rp. 28.000
Total Rp. 136.500
SALDO Rp. 13.500

Wonogiri, 12 November 2010
Komandan SRU

ANDY SETIAWAN

03
Des
09

B8VF2KPY6F5Y

B8VF2KPY6F5Y

28
Nov
09

TUTORIAL NAVIGASI DARAT BASIC : PETA

TUTORIAL NAVIGASI DARAT BASIC : PETA

Pendahuluan

Sebagai orang yang mengaku dekat dengan alam, pengetahuan peta dan kompas serta cara penggunaannya mutlak dan harus dimiliki. Perjalanan ke tempat-tempat yang jauh dan tidak dikenal akan lebih mudah. Pengetahuan bernavigasi darat ini juga berguna bila suatu saat tenaga kita diperlukan untuk usaha-usaha pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan atau tersesat di gunung dan hutan, dan juga untuk keperluan olahraga antara lain lomba orienteering. Navigasi darat adalah suatu cara seseorang untuk menentukan posisi dan arah perjalanan baik di medan sebenarnya atau di peta, dan oleh sebab itulah pengetahuan tentang kompas dan peta serta teknik penggunaannya haruslah dimiliki dan dipahami.

Peta

Secara umum, peta adalah penggambaran dua dimensi(pada bidang datar) keseluruhan atau sebagian dari permukaan bumi yang diproyeksikan dengan perbandingan/skala tertentu. Peta sendiri, kemudian berkembang sesuai dengan kebutuhan dan penggunaannya.Untuk keperluan navigasi darat umumnya digunakan peta topografi.

Peta Topografi

Berasal dari bahasa yunani, topos yang berarti tempat dan graphi yang berarti menggambar. Peta topografi memetakan tempat-tempat dipermukaan bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis-garis kontur, dengan satu garis kontur mewakili satu ketinggian. Walaupun peta topografi memetakan tiap interval ketinggian tertentu, namun disertakan pula berbagai keterangan pula yang akan membantu untuk mengetahui secara l jauh mengenai daerah permukaan bumi yang terpetakan terseb keterangan-keterangan itu disebut legenda peta.

Legenda peta antara lain berisi tentang :

versi Indonesianya

a. Judul Peta
Judul peta ada dibagian tengah atas. judul peta menyatakan lokasi yang ditunjukkan oleh peta yang bersangkutan, sehingga lokasi yang berbeda akan mempunyai judul yang berbeda pula

b. Nomor Peta
Nomor peta biasanya dicantumkan diselah kanan atas peta. Selain sebagai nomor regisrtasi dari badan pembuat, nomor peta juga berguna sebagai petunjuk jika kita memerlukan peta daerah lain disekitar suatu daerah yang terpetakan. Biasanya di bagian bawah disertakan pula lembar derajat yang mencantumkan nomor-nomor peta yang ada disekeliling peta tersebut.

c. Koordinat Peta
Koordinat adalah kedudukan suatu titik pada peta. Koordinat ditentukan dengan menggunakan sistem sumbu, yaitu garis-garis yang saling berpotongan tegak lurus. Sistem koordinat yang resmi dipakai ada dua, yaitu :

1. Koordinat Geografis
Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (bujur barat dan bujur timur) yang tegak lurus terhadap katulistiwa, dan garis lintang (lintang utara dan lintang selatan) yang sejajar dengan katulistiwa. Koodinat geografis dinyatakan dalam satuan derajat, menit, dan detik.

2. Koordinat Grid
Dalam koordinat grid, kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak terhadap suatu titik acuan. Untuk wilayah Indonesia, titik acuan nol terdapat disebelah barat Jakarta (60 derajat LU, 68 derajat BT). Garis vertikal diberi nomor urut dari selatan ke utara, sedangkan garis horizontal diberi nomor urut dari barat ke timur.
Sistem koordinat mengenal penomoran dengan 6 angka, 8 angka dan 10 angka. Untuk daerah yang luas dipakai penomoran 6 angka, untuk daerah yang lebih sempit digunakan penomoran 8 angka dan 10 angka (biasanya 10 angka dihasilkan oleh GPS).


d. Kontur
1. Satu garis kontur mewakili satu ketinggian tertentu.
2. Garis kontur berharga lebih rendah mengelilingi garis kontur yang lebih tinggi.
3. Garis kontur tidak berpotongan dan tidak bercabang.
4. Interval kontur biasanya 1/2000 kali skala peta.
5. Rangkaian garis kontur yang rapat menandakan permukaan bumi yang curam/terjal, sebaliknya yang renggang menandakan permukaan bumi yang landai.
6. Rangkaian garis kontur yang berbentuk huruf “U” menandakan punggungan gunung.
7. Rangkaian garis kontur yang berbentuk huruf “V” terbalik menandakan suatu lembah/jurang.



e. Skala Peta
Skala peta adalah perbandingan antara jarak pada peta dengan jarak horizontal di lapangan. Ada dua macam cara penulisan skala, yaitu :
1. Skala angka, contoh : 1:25.000 berarti 1 cm jarak dipeta = 25.000 cm (250 m) jarak horizontal di medan sebenarnya.
2. Skala garis, contoh: berarti tiap bagian sepanjang blok garis mewakili 1 km jarak horizontal.

Legenda Peta
Legenda peta biasanya disertakan pada bagian bawah peta. Legenda ini memuat simbol-simbol yang dipakai pada peta tersebut, yang penting diketahui : triangulasi, jalan setapak, jalan raya,
VEGETASI LEGEND


sungai, pemukiman, ladang, sawah, hutan dan lainnya.

LINE LEGEND


BANGUNAN BUATAN MANUSIA

Di Indonesia, peta yang umumnya digunakan adalah peta keluaran Direktorat Geologi Bandung, kemudian peta dari Jawatan Topologi, atau yang sering disebut peta AMS (American Map Service) dibuat oleh Amerika dan rata-rata dikeluarkan pada tahun 1960. Peta AMS biasanya berskala 1:50.000 dengan interval kontur (jarak antar kontur) 25 m. Selain itu ada peta keluaran Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional) yang lebih baru, dengan skala 1:50.000 atau 1:25.000 (dengan interval kontur 12,5m).

Peta keluaran Bakosurtanal biasanya berwarna.
g. Tahun Peta
Peta toografi juga memuat keterangan tentang tahun pembuatan peta tersebut, semakin baru tahun pembuatannya, maka data yang disajikan semakin akurat.

h. Arah Peta
Yang perlu diperhatikan adalah arah Utara Peta. Cara paling mudah adalah dengan memperhatikan arah huruf- huruf tulisan yang ada pada peta. Arah atas tulisan adalah Arah Utara Peta.Pada bagian bawah peta biasanya juga terdapat petunjuk arah utara yaitu :
1. Utara sebenarnya/True North : yaitu utara yang mengarah pada kutub utara bumi.

2. Utara Magnetis/Magnetic North : yaitu utara yang ditunjuk oleh jarum magnetis kompas, dan letaknya tidak tepat di kutub utara bumi.
3. Utara Peta/Map North : yaitu arah utara yang terdapat pada peta.

Kutub utara magnetis bumi letaknya tidak bertepatan dengan kutub utara bumi. Karena pengaruh rotasi bumi, letak kutub magnetis bumi bergeser dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, untuk keperluan yang menuntut ketelitian perlu dipertimbambangkan adanya iktilaf(deklinasi) peta, iktilaf magnetis, iktilaf peta magnetis, dan variasi magnetis.

1. Deklinasi Peta:adalah beda sudut antara sebenarnya dengan utara peta. Ini terjadi karena perataan jarak paralel garis bujur peta bumi menjadi garis koordinat vertikal yang digambarkan pada peta.
2. Deklinasi Magnetis: Selisih beda sudut utara sebenarnya dengan utara magnetis
3. Deklinasi Peta magnetis:Selisih besarnya sudut utara peta dengan utara magnetis bumi.
4. variasi Magnetis:perubahan/pergeseran letak kutub magnetis bumi pertahun.

Mengetahui Ketinggian Suatu Tempat
Kadangkala kita dihadapkan pada kondisi dimana kita harus dapat menentukan ketinggian suatu tempat,akan tetapi kita tidak mempunyai alat untuk menentukan ketinggian(altimeter), hal itu dapat diatasi dengan cara :
-Lihat terlebih dahulu interval peta, lalu hitung ketinggian tempat yang ingin kita ketahui,
memang ada rumusan umum interval kontur= 1/2000 skala peta. tetapim rumus ini tidak selalu benar, beberapa peta topografi keluaran Direktorat Geologi Bandung aslinya berskala 1:50.000 (interval kontur 25 m), tetapi kemudian diperbesar menjadi berskala 1:25.000 dengan interval kontur tetap 25 meter.
ALTIMETER (ALAT PENGUKUR KETINGGIAN)

Pada suatu kondisi tertentu yang mendesak, misalnya SAR gunung hutan, sering kali peta diperbanyak dengan cara di foto kopi. Untuk itu, interval kontur peta tersebut harus tetap ditulis. Peta keluaran Bakosurtanal (1:50.000) membuat kontur tebal untuk setiap kelipatan 250 meter, atau setiap selang 10 kontur. Seri peta keluaran AMS (skala 1:50.000) membuat garis kontur tebal untuk setiap kelipatan 100 meter. peta keluaran Direktorat Geologi Bandung tidak seragam ketentuan ketebalan garis konturnya. Dengan demikian tidak ada ketentuan khusus dan seragam untuk penentuan garis kontur tebal.
Bila ketinggian kontur tidak dicantumkan, maka kita harus menghitung ketinggian suatu tempat dengan cara :

1. Cari 2 titik berdekatan yang harganya tercantum
2. Hitung selisih ketinggian antara kedua titik tersebut. Hitung berapa kontur yang terdapat antara keduanya (jangan menghitung kontur yang sama harganya bila kedua titik terpisah oleh lembah).
3. Dengan mengetahui selisih ketinggian kedua titik tersebut dan mengetahui juga jumlah kontur yang didapat, dapat dihitung berapa interval konturnya (harus merupakan bilangan bulat).
4. Lihat kontur terdekat dengan salah satu titik ketinggian (bila kontur terdekat itu berada diatas titik, maka harga kontur itu lebih besar dari titik ketinggian. bila kontur terletak dibagian bawah, harganya lebih kecil). Hitung harga kontuir terdekat itu yang harus merupakan kelipatan dari harga interval kontur yang telah diketahui dari no 3. lakukan perhitungan diatas beberapa kali sampai yakin harga yang didapat untuk setiap kontur benar. Cantumkan harga beberapa kontur pada peta anda agar mudah mengingatnya.

Titik Triangulasi
Selain dari garis kontur, Kita dapat dapat mengetahui tinggi suatu tempat dengan bantuan titk ketinggian. Titik ketinggian ini biasanya titik Triangulasi, yaitu suatu titikatau benda berupa pilar/tonggak yang menyatakn tinggi mutlak suatu tempat dari permukaan laut. Titik triangulasi digunakan oleh jawatan-jawatan topografi untuk menentukan suatu ketinggian tempat dalam pengukuran ilmu pasti pada waktu pembuatan peta. Macam titik triangulasi :

- Primer : P.14/3120 Kuarter : Q.20/1350
- Sekunder : S.75/1750 Tersier : T.16/975

Mengenal Tanda Medan

Di samping tanda medan yang terdapat pada legenda. Peta topografi biasa menggunakan bentuk-bentuk atau bentang alam yang menyolok dilapangan dan mudah dikenali di peta, yang kita sebut tanda medan. Beberapa tanda medan dapat anda “baca” dari peta sebelum anda berangkat ke lokasi, tetapi kemudian harus ada cari dilokasi, tanda-tanda medan itu antara lain :

- puncak gunung atau bukit, punggungan gunung, lembah antara dua puncak, dan bentuk-bentuk tonjolan lain yang menyolok.

- lembah yang curam, sungai, pertemuan anak sungai, kelokan sungai, tebing-tebing di tepi sungai.

- belokan jalan, jembatan (perpotongan sungai dengan jalan), ujung desa, simpang jalan.
- bila berada di pantai, muara sungai akan menjadi tanda medan yang sangat jelas , begitu juga tanjung yang menjorok ke laut, teluk-teluk yang menyolok, pulau-pulau kecil, delta dan sebagainya
- di daerah daratan atau rawa-rawa biasanya sukar mendapatkan tonjolan permukaan bumi atau bukit-bukit yang dapat dipakai sebagai tanda medan. Permukaan kelokan-kelokan sungai, cabang-cabang sungai, muara sungai kecil.
- dalam penyusuran di sungai, kelokan tajam, cabang sungai, tebing-tebing, delta dan sebagainya dapat dijadikan sebagai tanda medan.

Pengertian tanda medan ini mutlak untuk dikuasai. Akan selalu digunakan pada uraian selanjutnya tentang teknik peta kompas.
BERSAMBUNG PADA BASIC NAVIGASI DARAT : KOMPAS

24
Nov
09

SEJARAH PANJAT TEBING DI TANAH AIR

SEJARAH PERKEMBANGAN PANJAT TEBING DI TANAH AIR

Perkembangan panjat tebing di Indonesia mulai pada sekitar tahun 1960, dimana tebing 48 di Citatah Bandung mulai di pakai sebagai ajang latihan oleh pasukan Angkatan Darat kita.
Patok pertama kali, panjat tebing modern di Indonesia adalah tahun 1976,dimana Harry Suliztiarto mulai berlatih memanjat di Citatah,dan diteruskan bersama tiga orang rekannya, Heri Hermanu, Dedy Hikmat dan Agus R,yang pada tahun,1977 mendirikan SKYGERS Amateur Rock Climbing Group. ‘

Disengaja atau tidak, pada tahun 1979, Harry Suliztiarto mamanjat atap planetarium Taman Ismail Marzuki, Jakarta, yang merupakan upaya mempublikasikan olahraga panjat tebing di Indonesia. Skygers mengadakan Sekolah Panjat Tebing yang pertama (1981). Tebing Parang, Purwakarta Jawa Barat untuk pertama kalinya di panjat oleh team ITB, juga pada tahun 1980. dan masih pada tahun 1980. Wanadri, menjadi team Indonesia pertama yang berekpedisi ke Cartenzs Pyramide, mereka gagal sampai puncak, namun berhasil di puncak Jaya dan Cartenzs Timur.

Korban tewas pertama panjat tebing Indonesia adalah Ahmad, salah satu pemanjat asal Bandung, saat memanjat tebing 48 di Citatah, pada tahun 1982. Pada tahun 1984, Skygers dan Gabungan Anak Petualang memanjat tebing Lingga di Trenggalek, Jawa Timur serta tebing Ulu Watu di Bali.

Sedangkan pada tahun 1985, tebing Sorelo di Lahat, Sumatra Selatan, dipanjat oleh team ekspedisi Anak Nakal, dan pada tahun 1986, kelompok gabungan exclusive berhasil memanjat tebing Bambapuang di Sulawesi Selatan, Lalu kelompok Unit Kenal Lingkungan Universitas Padjajaran memanjat gunung Lanang di Jawa Timur, Team Jayagiri merampungkan dinding Ponot di Bendungan Si Gura-gura, Sumatra Utara. Ekspedisi Jayagiri mengulang pemanjatan Eiger, berhasil dengan menciptakan lintasan baru. Dan sebagai catatan bahwa kompetisi panjat tebing pertama di dunia di selenggarakan di Uni Soviet, di tebing alam dan sempat di tayangkan oleh TVRI.

Yang tercatat pada tahun 1987 ialah ekspedisi Wanadri, yang menyelesaikan pemanjatan di Tebing Unta di kalimantan Barat, lalu kelompok Trupala memanjat Tebing Gajah di Jawa Tengah dan Skygers memanjat Tebing-Sepikul Jawa Timur dan pada tahun itu juga di Tebing Pantai Jimbaran, Bali diadakan lomba panjat tebing pertama kali di Indonesia.

Di Tahun 1988, kantor Menpora berkerjasama dengan Kedubes Prancis mengundang empat pemanjat mereka untuk memeperkenalkan dinding panjat serta sempat memberikan kursus pemanjatan. Pada akhir acara, terbentuk Federasi Panjat Gunung dan Tebing Indonesia (FPTGI) yang diketuai oleh Harry Suliztiarto. Tahun 1988, Aranyacala Trisakti mengadakan ekspedisi panjat tebing yang kesemuanya putri, mereka memanjat tower III Tebing Parang, Jawa Barat. Dan kelompok putranya memanjat tebing gunung kembar di Citeureup, Bogar. Sandy Febryanto (Alm) dan Djati Pranoto melakukan panjat kebut yang baru pertama kali dilakukan di Indonesia, dalam waktu empat jam di Tower I Parang, sekaligus merupakan pemanjat tebing besar pertama yang tanpa menggunakan alat pengaman sama sekali. Dan lomba panjat tebing buatan pertama dilakukan di Bandung, mengambil tempat di suatu gardu listrik.

Di tahun ini juga Ekspedisi Jayagiri Speed Climbing mengalami kagagalan untuk memenuhi target dua hari pemanjatan di dinding utara Eiger, Alpen Prancis, yang menjadi lima hari pemanjatan, sedangkan ekspedisi dari Pataga Jakarta berhasil menciptakan lintasan baru di dinding yang sama.

Keberangkatan Sandy Febriyanto dan Djati Pranoto ke Yosemite, AS, memanjat Half Dome guna memecahkan rekor Speed Climbing, pada tahun 1988, dan mengalami kegagalan pula di El Capitan.

Pada awal tahun 1989, dunia panjat tebing Indonesia merunduk dilanda rnusibah dengan gugurnya salah satu pemanjat terbaik: Sandy Febriyanto, terjatuh di tebing Pawon, Citatah. Tapi tak lama, semangat almarhum seolah justru menyebar ke segala penjuru, memacu pencetakan prestasi panjat tebing di bumi pertiwi ini, seperti: Ekspedisi putri lipstick Aranyacala memanjat Bambangpuang, lalu dari Arek arek Young Pioner Malang memanjat tebing Gajah Mungkur di seputaran kawah kelud, kelompok Mega dari Univ. Taruma Negara mengadakan ekspedisi marathon Panjat Tebing, merambah tebing-tebing Citatah, Parang, Gajah Mungkur dan berakhir di Uluwatu.dalam waktu hampir sebulan, ini merupakan marathon panjat tebing pertama di Indonesia. Di tahun ini tak kurang 10 kejuaraan panjat tebing di selenggarakan, beberapa yang besar diantaranya: Unpar Bandung, Tri Sakti Jakarta, ISTN Jakarta, Markas Kopassus Grup I di Serang, dua kali oleh Trupala Jakarta (balai siding Ancol). Kelompok Kapa Ul dan Geologi ITB. Di akhir tahun 1989, ditutup dengan gebrakan Budi Cahyono yang melakukan pemanjatan solo di Tebing Tower III Parang, ini merupakan artificial solo Climbing pertama pada tebing besar di Indonesia.

Lomba Panjat Dinding Nasional (LPDN) di gelar di Jakarta, dengan ketinggian 15 meter dan dibangun empat sisi, yang diselenggarakan pada tahun 1990 dan Pataga Jakarta, mendaki puncak Carstenz Pyramid dan Puncak Jaya.
Untuk pertama kalinya Indonesia mengirimkan atlit panjat tebing di kejuaraan Oceania- Australia pada tahun 1991, empat atlit yang dikirim hanya Andreas dan Deden Sutisna yang mendapat peringkat ke empat dan lima, dan dengan keikutsertaannya ini, membuka mata dunia panjat tebing Internasional, bahwa Indonesia sudah memepunyai atlit panjat tebing berskala Internasional. FPTI mengeluarkan peraturan panjat dinding pertama dan Pengda FPTI Jatim bekerjasama dengan Impala Univ. Merdeka Malang yang mengadakan Climbing Party di Lembah Kera, diikuti oleh puluhan pemanjat, membuat jalur-jalur di Lembah Kera dan diskusi panjat tebing.

Gabungan tim panjat tebing Putri yang terdiri dari atlet Aranyacala Trisakati, Mahitala Unpar dan IKIP Bandung Mengadakan pemanjatan di Half Dome, AS. Ekspedisi pemanjatan putri tahun 1991 di Cima Ovest Italy. Di tahun ini pula tercatat beberapa kecelakaan di dinding panjat: Zainudin tewas di Samarinda karena tidak memasang pengaman, tiga pemanjat lagi jatuh dan cedera (lumpuh dan patah tulang), semua kejadian tersebut disebabkan oleh tidak diikutinya procedur keselamatan pemanjat.
Satu prestasi lagi dilakukan oleh Maully MW Wibowo, melakukan pemanjatan solo (free solo) pertama di Bambapuang.

Rapat Paripurna Nasional FPTI yang pertama di selenggarakan di Puncak Jabar, tahun 1991.
Kejurnas panjat tebing I, tahun 1992 di selenggarakan di Padang, tampil sebagai juara adalah kontingen dari Jakarta. Ronald Marimbing dan Panji Santoso mengikuti Asian Championship di Seoul, sementara Mamay S, Salim dan Maully MW Wibowo mengikuti kursus Juri dan Pembuat Jalur di sambung dengan Rapat CICE Asia.

Budi Cahyono, yang dikontrak oleh perusahaan Rokok, berangkat ke Taiwan untuk melakukan Pemanjatan Iklan. FPTI diterima secara resmi menjadi anggota UIAA, disusul dengan pengiriman ke Rapay CICE Asia di Hongkong.
Rapat Paripurna ke II terselenggara di Bengkulu, tahun 1992. Kejumas Panjat Tebing II diadakan di Bengkulu, Juara Umum diboyang oleh Sumatra Barat pada tahun1993. Dalam tahun yang sama, Budi Cahyono, Ronald M, dan Yusa Kanarohan mengikuti kejuaraan Asia di Chancuan RRC, dimana Ronald menduduki peringkat dua dan Yusa peringkat ke enam. Kemudian Yusa dan Budi Cahyono berhasil merebut Juara satu dan dua pada kompetisi Singapore National 2nd Rock Wall Climbing Championship. S.H. Nasution dan Kamran Ariim memanjat di kawasan Pha-Nga dan Phuket Thailand kemudian diteruskan oleh Malaysia .dan Vietnam.

Tim FPTI gagal berangkat ke Fixroy dan Aconcagua. Pada tahun 1994, secora resmi FPTI menjadi Anggota KONI yang ke 50. Ronald M dan Nunun Masruruh menduduki peringkat ke sembilan dan ke dua belas di kejuaraan Asia ke III di Jepang, sementara Hendricus Mutter rapat CICE di Jepang. Mamay S’Salim dan Kresna Huiarna melakukan pembuatan jalur di tebing-tebing Taiwan.

Rapat Paripuma Nasional FPTI III, terselenggara di Kaliurang, Yogyakarta. 1995 diadakan Kejumas Panjat Tebing ke III di Alun-alun Utara Yogyakarta, dan Juara Umum diboyong oleh DKI Jakarta dengan menggeser kontingen Jawa Barat dan Sumatra Barat, pada Kejumas III ini mulai dilombakan kelas panjat Speed yang pertama kali diadakan di Indonesia. Masih pada bulan yang sama, tahun 1995, di Yogyakarta diadakan pula kursus Juri dan Pembuat Jalur, diikuti oleh Pengurus Pengda FPTI series dari ABRI dan Pramuka.

Okky Jarium Memulai bisnis sasana latih dinding panjat dibawah bendera PI. Samudera Satelindo yang bertempat di Pondok Indah Mall Jakarta Selatan. Asmujiono dan disusul Missirin (Kopassus) yang tergabung dalam expedisi gabungan sipil dan militer ke Puncak Everest ada tahun 1997, berhasil mencapai puncak dan berhasil menjadi orang Asia Tenggara pertama yang mencapai puncak Everest.

Panjat tebing resmi menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional ke XV tahun 2000 di Surabaya sebagai cabang olahraga mandiri, ditahun yang sama Sekolah Vertical Rescue angkatan pertama diselengggarakan oleh Perguruan Panjat Tebing SKYGERS Indonesia, jenazah Roni Aral berhasil di evakuasi oleh tim vertical rescue SKYGERS dari kedalaman 600m di gunung Cikuray Jawa barat. Tahun 2001 tim vertical rescue SKYGERS terlibat dalam evakuasi 2 jenazah di Gn. Salak, Jawa Barat. Pemanjatan tebing Mandu EXPEDITION METRO TV dan SKYGERS 2004.

Rekor baru pembuatan jalur panjat tebing alam terbanyak tercipta sebanyak 400 buah jalur pemanjatan oleh Tedi Ixdiana pada tahun 2003. Tebing Siung di Kawasan Yogjakarta digempur oleh tim SKYGERS , berakhir dengan terciptanya 45 jalur. Tedi Ixdiana dan tim MATRA membuat jalur Free climbing pertama di Gn. Krakatau, selat Sunda. Pemanjatan Tebing pantai Jawa dan Bali SKYGERS dan Tim EXPEDITION METRO TV 2004.
Indonesia menggirimkan Tedi Ixdiana Dan Murjayanti untuk mengikuti kejuaraan panjat tebing alam ” International invitation tournament ” di Huguan Taihang Mountain Gorges, Chiangzhi-China pada tahun 2005. Pemanjatan tujuh air terjun di Indonesia diprakarsai oleh tim EXPEDITION-MERTO TV dan SKYGERS 2005.
Dan Masih banyak lagi kejadian/peristiwa yang secara tidak langsung mempengaruhi perkembangan dunia panjat tebing di tanah air yang tak sempat dicatat disini dikarenakan keterbatasan sumber berita dan informasi dunia panjat tebing di tanah air, dan sementara perkembangan dunia panjat tebing tentunya akan berhenti sampai disini.

Selamat ber-panjat tebing!!
Sumber berita disadur dari Booklet LPDN tahun 1990, ditambahkan oleh yayasari PARIGI – Yogyakarta Pada Tahun 2000 dan catatan perjalanan SKYGERS Indonesia

DIAMBIL DARI PRESENTASI TEAM SKYGERS KETIKA MENJADI MENTOR DIKLAT VERTICAL RESCUE SAR WONOGIRI..2006 DAN EKSPEDISI TEBING G. GANDUL WNG
DEDICATED FOR TEDY IXDIANA,OM BEI ABDURRACHMAN,YONI AND TEAM

Kamus Panjat Tebing
sejarah panjat tebing di tanah air

23
Nov
09

MAKANAN DALAM SURVIVAL

MAKANAN DALAM SURVIVAL</strong>
Makanan merupakan salah satu faktor penting dalam teknik survival,bagaimana kita mendapatkannya dialam dan yang manakah yang aman dikonsumsi adalah memerlukan pengetahuan tersendiri
Oleh karena itu seorang penggiat alam terbuka harus paling tidak sedikit sedikit mengetahui ilmu BIOLOGI DAN ZOOLOGI PRAKTIS…ini akan sangat menolong ketika kondisi tertentu
Salah satu penunjang bagi perlindungan tubuh yang berasal dari dalam tubuh adalah makanan yang dibutuhkan untuk menambah kalori, memberikan tenaga pada otot, and mengganti sel-sel yang rusak. Sumber – sumber makanan :

a. Makanan dari hewan
- binatang lunak ( cacing, siput, keong dll )
- serangga
- reptil
- unggas
- binatang bertulang belakang

b. Makanan dari tumbuhan
Tumbuhan terutama memberikan karbohidrat dan seratnya memperlancar pencernaan.

Ciri umum tumbuhan yang dapat dimakan :
• Bagian tumbuhan yang masih muda ( pucuk/tunas)
• Tumbuhan yang tidak mengandung getah
• Tumbuhan yang tidak berbulu
• Tumbuhan yang tidak berbau kurang sedap
• Tumbuhan yang dimakan oleh hewan mamalia misal : kera

Langkah – langkah yang diperlukan apabila akan memakan tumbuhan :

 Makan tumbuhan yang sudah dikenal
 Makan jangan hanya satu jenis tumbuhan saja
 Jangan memakan tumbuhan yang buahnya berwarna ungu karena dikhawatirkan mengandung racun alkaloid

 Cara memakan buah-buahan yang belum kita kenal adalah dengan mengoleskan sedikit ke tangan tunggu reaksinya, apabila tidak ada rasa aneh (panas, pahit ) berarti cukup aman kemudian ke bibir, lidah dengan prosedur yang sama setelah itu di makan tunggu 30 menit apabila tidak ada reaksi berarti aman.

 Sebaiknya masaklah terlebih dahulu bagian tumbuhan yang akan dimakan
 Lebih baik jangan memakan jamur karena kebanyakan jamur adalah jenisnya dari yang beracun.

Contoh tumbuhan yang dapat dimakan :
a. umbi tanahnya : talas, kentang, besusu, paku tanah
b. bagian batang : umbut muda pisang, sagu, rumput madu,rebung

c. buah : kelapa, arbei, strawbery hutan, nipah dll


d. biji : padi, jagung, rumput teki madura
e. bunga : turi, pisang
f. daun : rasamala, melinjo, tangkai dan daun begonia ,daun selada air ( arnong )



g. tunas/pucuk : cemara

NICH artikel lain yang berhubungan dengan survival :
makanan dalam survival
air dalam survival
bivak survival
membuat bivak,salah satu teknik survival

13
Nov
09

BIVOUAC

BIVOUAC
Hal yang perlu diperhatikan adalah perlindungan terhadap cuaca dingin karena hal ini yang paling sering mengakibatkan kematian para pendaki. Cara mengatasi ancaman terhadap cuaca dingin ini termasuk salah satu dari teknik survival. Bentuk-bentuk perlindungan yang dapat diusahakan adalah : BIVAK

Bivak
Tujuan pembuatan bivak adalah sebagai tempat perlindungan yang nyaman untuk melindungi diri kita dari faktor alam dan lingkungan yang ekstrim

Macam-macam bivak :
1. Bivak alam, menggunakan sarana alam seperti kayu dan dedaunan
untuk pengawasan dan istirahat sementara
untuk perlindungan diri dan istirahat permanen
2. Bivak buatan, menggunakan peralatan seperti ponco, jas hujan, flysheet dll
BIVAK BUATAN dari ponco atau plastik tipe perlindungan ...utk istirahat permanen
Macam bentuk bivak ( untuk hutan-gunung )

1. Bivak pengawasan / pengintaian
2. Bivak pertahanan / perlindungan
BIVAK BUATAN tipe wigwam
Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan bivak
 Kondisi medan
- tempat harus datar / rata / enak buat tidur
- bukan merupakan jalan hewan,manusia atau air
- jangan di bawah pohon yang sudah tua/lapuk atau di bawah tebing yang labil serta jangan terlalu merusak alam sekitar
- dekat dengan sumber air, bukan sarang nyamuk / serangga juga tanaman busuk karena tempat itu tidak sehat dan kurang aman
- aman dari ancaman hewan atau keganasan alam (banjir, lahar,longsor)
antisipasi : buat parit di sekeliling bivak, tebarkan garam, buat api unggun dll

 Fasilitas alam yang menunjang di sekeliling kita dan bahan yang kita bawa




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.